Kimia dalam Tes Kemampuan Akademik atau TKA tidak cukup dipelajari dengan menghafal rumus. Peserta perlu memahami hubungan antar konsep, memilih data yang relevan, melakukan perhitungan secara runtut, dan menjelaskan alasan ilmiah di balik jawabannya. Artikel ini menyajikan 30 prediksi soal TKA Kimia SMA 2026 yang terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban serta pembahasan.
Fokus utama latihan mencakup stoikiometri, pH larutan, dan ikatan kimia. Ketiganya termasuk dalam muatan Kimia Dasar dan Kimia Analitik pada kerangka TKA Kimia. Menurut Pusat Asesmen Pendidikan, TKA Kimia mengukur pemahaman konsep, penerapan konsep, dan penalaran dalam permasalahan kimia. Soal TKA resmi dapat berbentuk pilihan ganda biasa maupun pilihan ganda kompleks. Paket berikut menggunakan pilihan ganda biasa dan uraian agar dapat dipakai untuk belajar mandiri, tugas sekolah, atau latihan terstruktur.
Catatan: Soal dalam artikel ini merupakan prediksi dan bahan latihan independen, bukan soal resmi atau soal yang dipastikan keluar pada TKA 2026.
Petunjuk dan Data yang Digunakan
- Gunakan Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16, Na = 23, Mg = 24, Cl = 35,5, Ca = 40, Fe = 56, dan Ba = 137 jika diperlukan.
- Volume molar gas pada STP adalah 22,4 L per mol.
- Kw = 1 x 10 pangkat -14 pada suhu 25 derajat Celsius.
- Gunakan log 2 = 0,30 dan log 3 = 0,48 jika diperlukan.
Kisi-Kisi Ringkas Prediksi Soal
- Stoikiometri: konsep mol, massa molar, pereaksi pembatas, rumus empiris, volume gas, persen hasil, kemurnian, dan titrasi.
- pH larutan: asam dan basa kuat, asam lemah, pengenceran, campuran asam-basa, larutan penyangga, serta hidrolisis garam.
- Ikatan kimia: ikatan ionik, kovalen, kovalen koordinasi, ikatan logam, struktur Lewis, bentuk molekul, polaritas, dan gaya antarmolekul.
A. Prediksi Soal Pilihan Ganda TKA Kimia SMA 2026
Soal 1 – Stoikiometri Massa
Sebanyak 4 gram gas hidrogen direaksikan dengan gas oksigen berlebih menurut persamaan:
2H2(g) + O2(g) -> 2H2O(l)
Massa air yang terbentuk adalah …
- 9 gram
- 18 gram
- 27 gram
- 36 gram
- 40 gram
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Mr H2 = 2 gram per mol, sehingga jumlah H2 = 4 dibagi 2 = 2 mol. Perbandingan koefisien H2 dan H2O adalah 2 : 2 atau 1 : 1. Jadi, 2 mol H2 menghasilkan 2 mol H2O. Mr H2O = 18 gram per mol. Massa air = 2 x 18 = 36 gram. Oksigen dinyatakan berlebih sehingga tidak membatasi jumlah produk.
Soal 2 – Pereaksi Pembatas
Sebanyak 28 gram N2 direaksikan dengan 3 gram H2 menurut persamaan:
N2(g) + 3H2(g) -> 2NH3(g)
Massa NH3 maksimum yang dapat terbentuk adalah …
- 8,5 gram
- 17 gram
- 28 gram
- 34 gram
- 51 gram
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Mol N2 = 28 dibagi 28 = 1 mol. Mol H2 = 3 dibagi 2 = 1,5 mol. Satu mol N2 memerlukan 3 mol H2, sedangkan hanya tersedia 1,5 mol H2. Jadi, H2 merupakan pereaksi pembatas. Berdasarkan perbandingan 3 mol H2 menghasilkan 2 mol NH3, maka 1,5 mol H2 menghasilkan 1 mol NH3. Mr NH3 = 17 gram per mol, sehingga massanya 17 gram.
Soal 3 – Volume Gas pada STP
Pembakaran sempurna 0,5 mol karbon menghasilkan gas CO2 menurut reaksi:
C(s) + O2(g) -> CO2(g)
Volume CO2 pada STP adalah …
- 5,6 L
- 11,2 L
- 22,4 L
- 33,6 L
- 44,8 L
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Perbandingan mol C dan CO2 adalah 1 : 1. Sebanyak 0,5 mol C menghasilkan 0,5 mol CO2. Pada STP, 1 mol gas menempati 22,4 L. Volume CO2 = 0,5 x 22,4 = 11,2 L.
Soal 4 – Rumus Empiris
Suatu senyawa tersusun atas 40 persen C, 6,67 persen H, dan 53,33 persen O. Rumus empiris senyawa tersebut adalah …
- CHO
- CH2O
- C2H4O
- C2H4O2
- CH4O
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Anggap massa sampel 100 gram. Mol C = 40 dibagi 12 = 3,33 mol. Mol H = 6,67 dibagi 1 = 6,67 mol. Mol O = 53,33 dibagi 16 = 3,33 mol. Semua nilai dibagi nilai terkecil, yaitu 3,33, sehingga diperoleh perbandingan C : H : O = 1 : 2 : 1. Rumus empirisnya adalah CH2O.
Soal 5 – Persen Hasil Reaksi
Pemanasan 10 gram CaCO3 secara teoritis menghasilkan 4,4 gram CO2. Dalam percobaan hanya diperoleh 3,52 gram CO2. Persen hasil reaksi tersebut adalah …
- 60 persen
- 70 persen
- 75 persen
- 80 persen
- 90 persen
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Persen hasil = hasil aktual dibagi hasil teoritis x 100 persen. Persen hasil = 3,52 dibagi 4,4 x 100 persen = 80 persen. Hasil aktual biasanya lebih kecil daripada hasil teoritis karena reaksi tidak berlangsung sempurna atau ada produk yang hilang ketika proses pemisahan.
Soal 6 – Stoikiometri Netralisasi
Sebanyak 25 mL HCl 0,1 M dinetralkan sempurna oleh larutan NaOH 0,05 M. Volume NaOH yang diperlukan adalah …
- 12,5 mL
- 25 mL
- 50 mL
- 75 mL
- 100 mL
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Reaksi HCl + NaOH -> NaCl + H2O memiliki perbandingan 1 : 1. Mol HCl = 0,1 x 0,025 = 0,0025 mol. Mol NaOH yang diperlukan juga 0,0025 mol. Volume NaOH = mol dibagi molaritas = 0,0025 dibagi 0,05 = 0,05 L atau 50 mL.
Soal 7 – pH Asam Kuat Setelah Pengenceran
Sebanyak 10 mL HCl 0,1 M diencerkan dengan air hingga volumenya menjadi 100 mL. pH larutan setelah pengenceran adalah …
- 1
- 2
- 3
- 11
- 12
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Gunakan M1V1 = M2V2. Konsentrasi akhir HCl = 0,1 x 10 dibagi 100 = 0,01 M. HCl merupakan asam kuat monoprotik sehingga konsentrasi H+ = 0,01 M atau 10 pangkat -2 M. Jadi, pH = 2.
Soal 8 – pH Asam Lemah
Larutan CH3COOH 0,1 M memiliki Ka = 1 x 10 pangkat -5. Dengan menganggap ionisasi sangat kecil, pH larutan adalah …
- 1
- 2
- 3
- 5
- 6
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Untuk asam lemah, konsentrasi H+ dapat diperkirakan dengan akar dari Ka x konsentrasi asam. H+ = akar dari 10 pangkat -5 x 10 pangkat -1 = akar dari 10 pangkat -6 = 10 pangkat -3 M. Dengan demikian, pH = 3.
Soal 9 – pH Basa Kuat Bervalensi Dua
Nilai pH larutan Ba(OH)2 0,005 M adalah …
- 2
- 5
- 9
- 11
- 12
Kunci jawaban: E
Pembahasan: Ba(OH)2 terionisasi sempurna menjadi Ba2+ dan 2OH-. Karena setiap satu mol Ba(OH)2 menghasilkan dua mol OH-, konsentrasi OH- = 2 x 0,005 = 0,01 M atau 10 pangkat -2 M. pOH = 2, sehingga pH = 14 – 2 = 12.
Soal 10 – Larutan Penyangga
Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL CH3COONa 0,1 M. Jika Ka CH3COOH = 1 x 10 pangkat -5, pH campuran adalah …
- 3
- 4
- 5
- 8
- 9
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Campuran mengandung asam lemah dan basa konjugasinya sehingga membentuk larutan penyangga. Mol CH3COOH dan CH3COO- sama besar, masing-masing 0,01 mol. Rumusnya pH = pKa + log mol basa konjugasi dibagi mol asam. Karena perbandingannya 1, nilai log 1 = 0. pKa = 5, sehingga pH = 5.
Soal 11 – Hidrolisis Garam
Larutan CH3COONa 0,1 M diketahui memiliki Ka CH3COOH = 1 x 10 pangkat -5. Nilai pH larutan tersebut adalah …
- 3
- 5
- 7
- 9
- 11
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Ion CH3COO- merupakan basa konjugasi dari asam lemah dan mengalami hidrolisis. Kb = Kw dibagi Ka = 10 pangkat -14 dibagi 10 pangkat -5 = 10 pangkat -9. Konsentrasi OH- = akar dari Kb x konsentrasi garam = akar dari 10 pangkat -9 x 10 pangkat -1 = 10 pangkat -5 M. pOH = 5 dan pH = 14 – 5 = 9.
Soal 12 – Campuran Asam Kuat dan Basa Kuat
Sebanyak 100 mL HCl 0,1 M dicampurkan dengan 50 mL NaOH 0,1 M. pH campuran paling mendekati …
- 1,48
- 2,00
- 7,00
- 12,00
- 12,52
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Mol HCl = 0,1 x 0,100 = 0,010 mol. Mol NaOH = 0,1 x 0,050 = 0,005 mol. Setelah netralisasi tersisa H+ sebanyak 0,005 mol. Volume total = 0,150 L, sehingga konsentrasi H+ = 0,005 dibagi 0,150 = 0,0333 M. pH = -log 0,0333, yang dapat ditulis sebagai -log 3,33 x 10 pangkat -2, sehingga pH sekitar 1,48.
Soal 13 – Ikatan Ionik
Pernyataan yang paling tepat mengenai pembentukan NaCl adalah …
- Na dan Cl berbagi satu pasangan elektron secara seimbang.
- Na menerima satu elektron dari Cl sehingga terbentuk Na-.
- Cl menyerahkan satu elektron kepada Na sehingga terbentuk Cl+.
- Na menyerahkan satu elektron kepada Cl, lalu Na+ dan Cl- saling tarik-menarik.
- Na dan Cl membentuk lautan elektron seperti pada logam.
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Natrium memiliki satu elektron valensi dan cenderung melepaskannya untuk mencapai konfigurasi stabil. Klorin memiliki tujuh elektron valensi dan cenderung menerima satu elektron. Perpindahan elektron menghasilkan ion Na+ dan Cl-. Gaya tarik elektrostatik antara ion bermuatan berlawanan membentuk ikatan ionik.
Soal 14 – Ikatan Kovalen Polar
Di antara molekul berikut, molekul yang memiliki ikatan kovalen polar tetapi secara keseluruhan bersifat nonpolar adalah …
- H2
- HCl
- H2O
- NH3
- CO2
Kunci jawaban: E
Pembahasan: Setiap ikatan C=O bersifat polar karena oksigen lebih elektronegatif daripada karbon. Namun, bentuk CO2 linear dan simetris. Dua momen dipol ikatan arahnya berlawanan dan saling meniadakan. Akibatnya, molekul CO2 secara keseluruhan bersifat nonpolar.
Soal 15 – Bentuk Molekul
Bentuk molekul CH4 menurut teori VSEPR adalah …
- Linear
- Bengkok
- Trigonal planar
- Piramida trigonal
- Tetrahedral
Kunci jawaban: E
Pembahasan: Atom C pada CH4 memiliki empat pasangan elektron ikatan dan tidak memiliki pasangan elektron bebas. Keempat pasangan elektron menata diri sejauh mungkin sehingga menghasilkan bentuk tetrahedral dengan sudut ikatan sekitar 109,5 derajat.
Soal 16 – Polaritas Molekul
NH3 bersifat polar karena …
- Semua ikatan N-H bersifat nonpolar.
- Bentuk molekulnya linear dan simetris.
- Nitrogen tidak memiliki elektron valensi.
- Bentuknya piramida trigonal sehingga momen dipol ikatan tidak saling meniadakan.
- NH3 tersusun atas ion NH3+ dan elektron bebas.
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Nitrogen pada NH3 memiliki tiga pasangan elektron ikatan dan satu pasangan elektron bebas. Susunan domain elektronnya tetrahedral, tetapi bentuk molekulnya piramida trigonal. Bentuk yang tidak simetris membuat resultan momen dipol tidak nol sehingga NH3 bersifat polar.
Soal 17 – Gaya Antarmolekul
HF memiliki titik didih lebih tinggi daripada HCl terutama karena antarmolekul HF terdapat …
- Ikatan ionik
- Ikatan logam
- Ikatan hidrogen
- Gaya dispersi saja
- Ikatan kovalen koordinasi
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Ikatan hidrogen terbentuk ketika H terikat langsung pada atom yang sangat elektronegatif, yaitu F, O, atau N. Pada HF, atom H terikat pada F sehingga terbentuk ikatan hidrogen antarmolekul yang relatif kuat. Energi lebih besar diperlukan untuk memisahkan molekul HF, sehingga titik didihnya lebih tinggi.
Soal 18 – Sifat Senyawa Ionik
NaCl padat tidak menghantarkan listrik, tetapi lelehan NaCl dapat menghantarkan listrik. Penjelasan yang benar adalah …
- NaCl padat tidak memiliki partikel bermuatan.
- Dalam padatan, ion terikat pada posisi tetap; dalam lelehan, ion dapat bergerak bebas.
- Dalam lelehan, NaCl berubah seluruhnya menjadi elektron.
- NaCl hanya membentuk ion saat terkena cahaya.
- Lelehan NaCl memiliki molekul netral yang bergerak bebas.
Kunci jawaban: B
Pembahasan: NaCl selalu tersusun atas ion Na+ dan Cl-. Dalam keadaan padat, ion-ion berada pada kisi kristal yang kaku sehingga tidak dapat bergerak membawa muatan. Saat meleleh, struktur kisi terurai dan ion dapat bergerak. Pergerakan ion inilah yang memungkinkan arus listrik mengalir.
Soal 19 – Ikatan Kovalen Koordinasi
Pada pembentukan ion NH4+ dari NH3 dan H+, ikatan kovalen koordinasi terbentuk karena …
- H+ menyumbangkan dua elektron kepada N.
- N dan H masing-masing menyumbangkan satu elektron.
- N pada NH3 menyumbangkan sepasang elektron bebas kepada H+.
- NH3 menerima satu proton tanpa pembentukan ikatan.
- Elektron berpindah penuh dari H ke N.
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang pasangan elektron ikatannya berasal dari satu atom. Nitrogen dalam NH3 memiliki satu pasangan elektron bebas. Pasangan tersebut didonasikan kepada H+ yang tidak memiliki elektron, sehingga terbentuk NH4+. Setelah terbentuk, keempat ikatan N-H dalam NH4+ setara.
Soal 20 – Ikatan Logam
Tembaga dapat menghantarkan listrik dan dapat ditempa. Model ikatan yang paling tepat menjelaskan kedua sifat tersebut adalah …
- Ion positif logam berada dalam lautan elektron valensi yang dapat bergerak.
- Molekul tembaga dihubungkan oleh ikatan hidrogen.
- Atom tembaga membentuk pasangan molekul diskrit Cu2.
- Elektron pada tembaga seluruhnya terikat kuat dan tidak bergerak.
- Tembaga tersusun atas ion positif dan ion negatif secara bergantian.
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Dalam ikatan logam, kation-kation logam dikelilingi elektron valensi yang terdelokalisasi. Elektron bergerak membawa muatan sehingga logam menghantarkan listrik. Ikatan logam juga tidak terarah secara kaku. Ketika lapisan atom bergeser saat ditempa, gaya tarik antara kation dan elektron tetap terjaga sehingga logam tidak langsung pecah.
B. Prediksi Soal Uraian TKA Kimia SMA 2026
Soal 21 – Pembakaran Propana
Sebanyak 4,4 gram propana, C3H8, dibakar sempurna dengan oksigen berlebih. Tentukan massa CO2 dan massa H2O yang terbentuk.
Jawaban dan pembahasan:
Langkah pertama adalah menyetarakan reaksi:
C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O
Mr C3H8 = 3 x 12 + 8 x 1 = 44 gram per mol. Mol propana = 4,4 dibagi 44 = 0,1 mol.
Berdasarkan koefisien reaksi, 1 mol C3H8 menghasilkan 3 mol CO2 dan 4 mol H2O. Jadi, 0,1 mol C3H8 menghasilkan 0,3 mol CO2 dan 0,4 mol H2O.
Massa CO2 = 0,3 x 44 = 13,2 gram. Massa H2O = 0,4 x 18 = 7,2 gram.
Kesimpulan: Massa CO2 yang terbentuk adalah 13,2 gram dan massa H2O adalah 7,2 gram.
Soal 22 – Pereaksi Pembatas dan Zat Sisa
Sebanyak 16 gram Fe2O3 direaksikan dengan 5,6 L gas CO pada STP menurut reaksi:
Fe2O3(s) + 3CO(g) -> 2Fe(s) + 3CO2(g)
Tentukan pereaksi pembatas, massa Fe yang terbentuk, dan massa Fe2O3 yang tersisa.
Jawaban dan pembahasan:
Mr Fe2O3 = 2 x 56 + 3 x 16 = 160 gram per mol. Mol Fe2O3 = 16 dibagi 160 = 0,1 mol. Mol CO = 5,6 dibagi 22,4 = 0,25 mol.
Untuk menghabiskan 0,1 mol Fe2O3 dibutuhkan 0,3 mol CO. Karena hanya tersedia 0,25 mol CO, CO menjadi pereaksi pembatas.
Dari perbandingan 3 mol CO menghasilkan 2 mol Fe, mol Fe = 2 dibagi 3 x 0,25 = 0,1667 mol. Massa Fe = 0,1667 x 56 = sekitar 9,33 gram.
Mol Fe2O3 yang bereaksi = 0,25 dibagi 3 = 0,0833 mol. Mol Fe2O3 tersisa = 0,1 – 0,0833 = 0,0167 mol. Massanya = 0,0167 x 160 = sekitar 2,67 gram.
Kesimpulan: Pereaksi pembatas adalah CO, massa Fe sekitar 9,33 gram, dan massa Fe2O3 yang tersisa sekitar 2,67 gram.
Soal 23 – Titrasi Asam Sulfat
Sebanyak 25 mL larutan H2SO4 dititrasi dengan 40 mL NaOH 0,15 M sampai titik ekuivalen. Tentukan molaritas H2SO4.
Jawaban dan pembahasan:
Persamaan reaksi:
H2SO4 + 2NaOH -> Na2SO4 + 2H2O
Mol NaOH = 0,15 x 0,040 = 0,006 mol. Dari perbandingan koefisien 1 mol H2SO4 bereaksi dengan 2 mol NaOH, mol H2SO4 = 0,006 dibagi 2 = 0,003 mol.
Molaritas H2SO4 = 0,003 dibagi 0,025 = 0,12 M.
Kesimpulan: Molaritas larutan H2SO4 adalah 0,12 M. Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap perbandingan H2SO4 dan NaOH sebesar 1 : 1, padahal H2SO4 memiliki dua proton asam.
Soal 24 – Larutan Penyangga Setelah Ditambah Asam
Larutan penyangga dibuat dari 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 100 mL CH3COONa 0,1 M. Ke dalam campuran ditambahkan 0,002 mol HCl tanpa perubahan volume yang berarti. Jika Ka CH3COOH = 1 x 10 pangkat -5, tentukan pH akhir.
Jawaban dan pembahasan:
Mol awal CH3COOH = 0,1 x 0,100 = 0,010 mol. Mol awal CH3COO- = 0,010 mol. H+ dari HCl akan bereaksi dengan basa konjugasi:
CH3COO- + H+ -> CH3COOH
Setelah reaksi, mol CH3COO- = 0,010 – 0,002 = 0,008 mol. Mol CH3COOH = 0,010 + 0,002 = 0,012 mol.
pH = pKa + log mol CH3COO- dibagi mol CH3COOH.
pH = 5 + log 0,008 dibagi 0,012 = 5 + log 0,667. Nilai log 0,667 sekitar -0,18, sehingga pH sekitar 4,82.
Kesimpulan: pH akhir sekitar 4,82. pH turun hanya sedikit karena H+ tambahan dinetralkan oleh komponen basa dalam penyangga.
Soal 25 – Menentukan Ka dari Data pH
Larutan asam lemah HA 0,1 M memiliki pH 3. Tentukan nilai Ka asam tersebut.
Jawaban dan pembahasan:
pH = 3 berarti konsentrasi H+ = 1 x 10 pangkat -3 M. Reaksi ionisasinya:
HA -> H+ + A-
Jika jumlah HA yang terionisasi adalah x, maka x = 0,001 M. Konsentrasi A- = 0,001 M dan konsentrasi HA pada kesetimbangan = 0,1 – 0,001 = 0,099 M.
Ka = konsentrasi H+ x konsentrasi A- dibagi konsentrasi HA.
Ka = 0,001 x 0,001 dibagi 0,099 = sekitar 1,01 x 10 pangkat -5.
Kesimpulan: Ka asam lemah tersebut sekitar 1,0 x 10 pangkat -5.
Soal 26 – pH Garam NH4Cl
Tentukan pH larutan NH4Cl 0,1 M jika Kb NH3 = 1 x 10 pangkat -5.
Jawaban dan pembahasan:
NH4Cl berasal dari basa lemah NH3 dan asam kuat HCl. Ion NH4+ mengalami hidrolisis dan menghasilkan H+, sehingga larutannya bersifat asam.
Ka NH4+ = Kw dibagi Kb NH3 = 10 pangkat -14 dibagi 10 pangkat -5 = 10 pangkat -9.
Konsentrasi H+ = akar dari Ka x konsentrasi NH4+ = akar dari 10 pangkat -9 x 10 pangkat -1 = akar dari 10 pangkat -10 = 10 pangkat -5 M.
Jadi, pH = 5.
Kesimpulan: pH NH4Cl 0,1 M adalah sekitar 5. Ion Cl- tidak memengaruhi pH secara berarti karena merupakan basa konjugasi dari asam kuat.
Soal 27 – Struktur Lewis, Bentuk, dan Polaritas SO2
Jelaskan struktur Lewis, bentuk molekul, dan polaritas SO2.
Jawaban dan pembahasan:
Jumlah elektron valensi SO2 adalah 6 dari S ditambah 2 x 6 dari dua atom O, sehingga totalnya 18 elektron valensi. Atom S menjadi atom pusat dan berikatan dengan dua atom O. Struktur Lewis dapat digambarkan dengan bentuk resonansi; elektron tidak hanya terlokalisasi pada satu susunan ikatan.
Di sekitar atom S terdapat dua domain ikatan dan satu pasangan elektron bebas. Susunan domain elektronnya mendekati trigonal planar, sedangkan bentuk molekulnya bengkok. Karena bentuknya tidak simetris, momen dipol dua ikatan S-O tidak saling meniadakan.
Kesimpulan: SO2 berbentuk bengkok dan bersifat polar. Pasangan elektron bebas pada S menjadi penyebab utama bentuk molekul tidak linear.
Soal 28 – Membandingkan Tiga Jenis Ikatan
Bandingkan jenis ikatan dan sifat utama NaCl, H2O, dan Cu dalam hal partikel penyusun, daya hantar listrik, serta sifat fisiknya.
Jawaban dan pembahasan:
NaCl merupakan senyawa ionik yang tersusun atas ion Na+ dan Cl- dalam kisi kristal. NaCl umumnya memiliki titik leleh tinggi. Padatannya tidak menghantarkan listrik karena ion tidak bebas bergerak, tetapi lelehan atau larutannya dapat menghantarkan listrik.
H2O merupakan senyawa kovalen molekuler. Di dalam satu molekul terdapat ikatan kovalen polar O-H, sedangkan antarmolekulnya terdapat ikatan hidrogen. Air murni menghantarkan listrik dengan sangat lemah karena jumlah ionnya sangat sedikit. Titik didih air relatif tinggi dibandingkan molekul kecil lain karena ikatan hidrogen.
Cu merupakan logam dengan kation logam yang dikelilingi elektron terdelokalisasi. Tembaga menghantarkan listrik dalam keadaan padat karena elektronnya dapat bergerak. Tembaga juga dapat ditempa, ditarik menjadi kawat, dan memiliki kilap logam.
Kesimpulan: Perbedaan sifat makroskopis ketiga zat berasal dari perbedaan partikel penyusun dan cara partikel tersebut berikatan.
Soal 29 – Geometri CH4, NH3, dan H2O
Jelaskan mengapa CH4, NH3, dan H2O memiliki bentuk dan sudut ikatan yang berbeda walaupun atom pusatnya sama-sama memiliki empat domain elektron.
Jawaban dan pembahasan:
CH4 memiliki empat pasangan elektron ikatan dan tidak memiliki pasangan elektron bebas. Bentuk molekulnya tetrahedral dengan sudut sekitar 109,5 derajat.
NH3 memiliki tiga pasangan elektron ikatan dan satu pasangan elektron bebas. Bentuk molekulnya piramida trigonal dengan sudut sekitar 107 derajat.
H2O memiliki dua pasangan elektron ikatan dan dua pasangan elektron bebas. Bentuk molekulnya bengkok dengan sudut sekitar 104,5 derajat.
Pasangan elektron bebas menolak pasangan elektron lain lebih kuat daripada pasangan elektron ikatan. Semakin banyak pasangan elektron bebas pada atom pusat, semakin kuat pemampatan sudut ikatan. Urutan sudutnya adalah CH4 lebih besar daripada NH3, dan NH3 lebih besar daripada H2O.
Soal 30 – Stoikiometri Kontekstual dan Kemurnian
Sampel batu kapur bermassa 25 gram mengandung 80 persen CaCO3. Sampel direaksikan dengan 500 mL HCl 0,5 M menurut persamaan:
CaCO3 + 2HCl -> CaCl2 + H2O + CO2
Tentukan pereaksi pembatas dan volume CO2 pada STP.
Jawaban dan pembahasan:
Massa CaCO3 murni = 80 persen x 25 gram = 20 gram. Mr CaCO3 = 100 gram per mol, sehingga mol CaCO3 = 20 dibagi 100 = 0,2 mol.
Mol HCl = 0,5 x 0,500 = 0,25 mol. Untuk menghabiskan 0,2 mol CaCO3 dibutuhkan 0,4 mol HCl. Karena hanya tersedia 0,25 mol HCl, HCl merupakan pereaksi pembatas.
Dari persamaan, 2 mol HCl menghasilkan 1 mol CO2. Mol CO2 = 0,25 dibagi 2 = 0,125 mol. Volume CO2 pada STP = 0,125 x 22,4 = 2,8 L.
Kesimpulan: Pereaksi pembatas adalah HCl dan volume CO2 yang terbentuk pada STP adalah 2,8 L.
Strategi Mengerjakan Soal TKA Kimia
- Setarakan reaksi lebih dahulu. Koefisien reaksi adalah jembatan untuk mengubah jumlah satu zat menjadi jumlah zat lain.
- Ubah data menjadi mol. Untuk massa gunakan mol = massa dibagi Mr. Untuk gas STP gunakan mol = volume dibagi 22,4 L.
- Periksa pereaksi pembatas. Jangan langsung menghitung produk dari zat yang jumlahnya tampak paling kecil. Bandingkan jumlah mol terhadap koefisien reaksi.
- Identifikasi jenis larutan sebelum menghitung pH. Tentukan apakah zat termasuk asam kuat, basa kuat, asam lemah, basa lemah, penyangga, atau garam terhidrolisis.
- Pisahkan geometri elektron dan bentuk molekul. Pasangan elektron bebas dihitung saat menentukan geometri elektron, tetapi tidak ditulis sebagai atom saat menyebut bentuk molekul.
- Uji kewajaran jawaban. Larutan asam seharusnya memiliki pH di bawah 7, sedangkan larutan basa memiliki pH di atas 7 pada kondisi umum.
Rekomendasi Platform Belajar TKA Kimia SMA 2026
1. UTBK.or.id – Rekomendasi Utama untuk Bank Soal dan Latihan Intensif
UTBK.or.id menjadi rekomendasi yang paling ditonjolkan dalam artikel ini karena memiliki halaman khusus berisi lebih dari 100 soal TKA Kimia SMA atau MA 2026 beserta kunci jawaban. Cakupan materinya luas, mulai dari struktur atom dan ikatan kimia, mol dan stoikiometri, larutan, asam-basa dan pH, hidrolisis, larutan penyangga, kesetimbangan, termokimia, laju reaksi, elektrokimia, sifat koligatif, sampai kimia organik.
Kelebihan utama UTBK.or.id:
- Jumlah latihan besar. Ketersediaan lebih dari 100 soal membuat siswa dapat berlatih berulang, bukan hanya membaca satu atau dua contoh.
- Peta materi runtut. Urutan belajar disarankan mulai dari struktur atom dan ikatan kimia, dilanjutkan mol dan stoikiometri, lalu larutan serta topik lanjutan. Urutan ini membantu membangun prasyarat konsep.
- Relevan untuk fokus artikel. Stoikiometri, asam-basa dan pH, serta ikatan kimia dibahas secara langsung sehingga cocok dijadikan sumber latihan lanjutan setelah mengerjakan 30 soal di atas.
- Mendukung latihan mandiri. Adanya kunci dan pembahasan membuat siswa dapat melakukan koreksi, mencari pola kesalahan, lalu mengulang topik yang masih lemah.
- Cocok untuk program latihan bertahap. Siswa dapat membagi bank soal menjadi beberapa sesi, misalnya 20 sampai 25 soal per hari, kemudian mencatat akurasi dan waktu pengerjaan.
Cara memakai UTBK.or.id secara maksimal: Kerjakan satu paket tanpa melihat kunci, tandai soal yang membutuhkan waktu lebih dari tiga menit, periksa pembahasan, lalu kelompokkan kesalahan menjadi salah konsep, salah hitung, salah membaca data, atau kehabisan waktu. Setelah dua sampai tiga hari, kerjakan ulang hanya soal yang salah. Metode ini membuat bank soal berfungsi sebagai alat diagnosis, bukan sekadar kumpulan pertanyaan.
Perlu dipahami bahwa UTBK.or.id merupakan sumber latihan independen, bukan situs resmi pemerintah. Gunakan situs ini untuk memperbanyak latihan, sedangkan kerangka, ketentuan, dan contoh resmi tetap harus diperiksa melalui Pusmendik.
2. Pusmendik – Rujukan Resmi Kerangka dan Simulasi TKA
Pusat Asesmen Pendidikan atau Pusmendik merupakan rujukan utama untuk memahami arah resmi TKA. Pada halaman TKA Kimia, Pusmendik menjelaskan muatan yang diukur, kompetensi kognitif, konteks soal, dan contoh soal. Pusmendik juga menyediakan halaman simulasi TKA.
Kelebihan Pusmendik:
- Sumber resmi untuk memeriksa kerangka asesmen dan bentuk soal.
- Menjelaskan bahwa TKA Kimia mencakup pemahaman konsep, penerapan, dan penalaran.
- Memuat materi esensial Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
- Menyediakan contoh soal dan simulasi yang membantu siswa mengenali karakter asesmen resmi.
Gunakan Pusmendik untuk menentukan apa yang harus dipelajari, lalu gunakan bank soal seperti UTBK.or.id untuk meningkatkan volume latihan.
3. Fungsional.id – Pelengkap untuk Latihan dan Pendampingan Belajar
Fungsional.id dapat dijadikan alternatif pelengkap untuk mencari materi persiapan dan layanan bimbingan belajar TKA. Nilai tambah platform pendamping seperti ini terletak pada struktur belajar yang lebih terarah bagi siswa yang kesulitan menyusun jadwal sendiri.
Kelebihan yang dapat dimanfaatkan:
- Membantu siswa membangun rutinitas belajar dan target latihan.
- Dapat digunakan sebagai sumber tambahan setelah menguasai kerangka resmi.
- Cocok bagi siswa yang membutuhkan pendampingan, evaluasi, atau pembahasan lebih terstruktur.
Sebelum mengikuti program berbayar, periksa terlebih dahulu cakupan Kimia, jumlah tryout, contoh pembahasan, masa akses, profil pengajar, dan kesesuaian materi dengan kerangka Pusmendik terbaru.
4. Quipper – Pelengkap untuk Penguatan Konsep Kimia
Quipper memiliki arsip artikel dan latihan Kimia untuk jenjang SMA serta persiapan masuk perguruan tinggi. Materi seperti stoikiometri, asam-basa, ikatan kimia, dan topik Kimia lainnya dapat membantu siswa mengulang konsep dasar sebelum masuk ke latihan TKA yang lebih menuntut penalaran.
Kelebihannya adalah materi dapat dipakai untuk belajar per topik. Namun, karena sebagian arsip menggunakan label ujian dari tahun-tahun sebelumnya, siswa perlu mencocokkan topik dengan kerangka TKA 2026 dan tidak hanya berpatokan pada nama ujian lama.
5. Ruangguru – Pelengkap untuk Materi Visual dan Contoh Soal
Ruangguru menyediakan artikel contoh soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan IPA, termasuk Kimia, serta materi belajar Kimia per topik. Platform ini cocok untuk siswa yang terbantu oleh penjelasan visual dan pembahasan langkah demi langkah.
Kelebihannya mencakup pembahasan yang komunikatif, variasi materi sekolah, dan contoh soal TKA. Gunakan Ruangguru sebagai pelengkap konsep dan eksplorasi bentuk soal, kemudian tetap verifikasi cakupan resmi melalui Pusmendik.
Urutan Rekomendasi Belajar yang Efektif
- Buka Pusmendik untuk membaca kerangka dan mencoba contoh resmi.
- Pelajari kembali konsep yang belum kuat melalui materi sekolah, Quipper, atau Ruangguru.
- Gunakan UTBK.or.id sebagai sumber utama latihan dalam jumlah besar.
- Manfaatkan Fungsional.id jika membutuhkan struktur belajar atau pendampingan tambahan.
- Buat jurnal kesalahan dan lakukan simulasi berkala dengan batas waktu.
Persiapan TKA Kimia SMA 2026 akan lebih efektif jika siswa tidak berhenti pada hafalan rumus. Pada stoikiometri, pahami alur massa ke mol, perbandingan koefisien, lalu kembali ke besaran yang ditanyakan. Pada pH larutan, identifikasi jenis sistem sebelum memilih rumus. Pada ikatan kimia, hubungkan susunan elektron dengan bentuk molekul dan sifat zat.
Kerjakan 30 soal dalam artikel ini tanpa melihat pembahasan terlebih dahulu. Setelah itu, evaluasi alasan di balik setiap kesalahan. Untuk latihan lanjutan, UTBK.or.id layak dijadikan pilihan utama karena menyediakan bank soal TKA Kimia yang luas dan terarah. Pusmendik tetap menjadi rujukan resmi, sedangkan Fungsional.id, Quipper, dan Ruangguru dapat digunakan untuk melengkapi strategi belajar.





