Apa Itu Nilai Sosial dan Contohnya di Lingkungan Sekolah

Nilai sosial di sekolah adalah peraturan atau prinsip yang mengatur perilaku warga sekolah. Fungsi nilai sosial meliputi pedoman perilaku, alat solidaritas, dan sistem sosial untuk menciptakan lingkungan yang harmonis. Nilai sosial juga berkembang mengikuti perubahan zaman dan teknologi. Contoh penerapannya adalah menolong teman yang sedang kesulitan belajar, gotong royong di sekolah, dan mengikuti kegiatan bakti sosial yang akan membentuk karakter pada siswa.

Pengertian Nilai Sosial Di Lingkungan Sekolah 

Pengertian secara umumnya, Nilai sosial di sekolah adalah nilai-nilai, norma-norma atau prinsip-prinsip yang diyakini bersama oleh warga sekolah seperti siswa, guru, dan staf mengenai apa yang dianggap adalah perilaku yang baik, dan pantas dilakukan dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah.

Ciri-Ciri Nilai Sosial Di Lingkungan Sekolah

Nah, sekarang Anda tahu kan apa itu pengertian nilai sosial di lingkungan sekolah mari kita bahas ciri-cirinya yuk. Ciri-ciri nilai sosial di sekolah adalah:

A. Terbentuk Melalui Interaksi Antar Warga Sekolah

Ciri dari terbentuknya nilai sosial di lingkungan sekolah adalah melalui interaksi, berbagai interaksi dapat terlihat di sekolah, seperti guru dan murid, rapat organisasi, rapat MPK dengan guru. hingga bermain dengan teman ketika waktu istirahat.

Hubungan interaksi di sekolah dapat membantu siswa untuk mengembangkan nilai sosial berupa toleransi antar warga sekolah. Interaksi juga menjadi medium untuk menumbuhkan kepercayaan dan membangun identitas kolektif, baik di tingkat kelas maupun sekolah secara menyeluruh.

B. Hasil Dari Proses Pembelajaran Formal Dan Informal

Nilai sosial dapat tumbuh dengan proses pembelajaran, baik formal maupun informal. dan juga kurikulum di Indonesia memiliki tujuan yang sama untuk menumbuhkan nilai sosial dalam diri siswa dengan mata pelajaran PKN dan Bahasa Indonesia.

Pembelajaran tidak hanya di kurikulum yang diberikan oleh menteri pendidikan namun dari pihak sekolah dapat mengatur pembelajaran dengan informal agar siswa memiliki suasana baru sehingga menumbuhkan nilai sosial tidak hanya dari pembelajaran formal namun informal juga bisa menumbuhkan nilai tersebut.

C. Bervariasi Sesuai Keunikan Siswa Dan Budaya Sekolah

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati, dari flora dan fauna, hingga perbedaan dari suku, agama, ras, dan budaya. Di sekolah banyak keunikan  dan variasi dari siswa dari siswa yang aktif dalam bersekolah, berbicara menyampaikan pendapat.

Keunikan setiap siswa akan menimbulkan banyak hal di dalam sekolah, dengan keunikan siswa dapat untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kemampuan masing-masing. Variasi dari siswa dan budaya sekolah melahirkan lingkungan sekolah yang nyaman dan terbuka bagi semua pihak sekolah.

D. Diturunkan Dan Diteruskan Antar Generasi Sekolah

Warisan sosial ini biasanya dimulai dari tokoh inspiratif dalam sekolah, seperti guru yang kharismatik, atau angkatan siswa yang mencetuskan kebiasaan positif. Generasi berikutnya kemudian melanjutkan dan mengembangkan tradisi tersebut.

Organisasi siswa seperti OSIS atau MPK memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan tradisi sosial sekolah. Mereka tidak hanya melaksanakan kegiatan, tetapi juga menjadi penjaga peraturan-peraturan yang telah ada.

E. Selalu Berkembang Seiring Dinamika Sekolah

Nilai-nilai sosial dalam sekolah bersifat dinamis dan terus berkembang seiring perubahan zaman, teknologi, dan kebijakan pendidikan. Interaksi antar siswa kini tidak hanya terjadi secara fisik, tapi juga melalui platform digital seperti grup WhatsApp, kelas daring, atau media sosial sekolah.

Fungsi Nilai Sosial Di Lingkungan Sekolah

Diatas tadi merupakan ciri-ciri dari nilai sosial di sekolah, sekarang kita akan membahas tentang fungsi-fungsi nilai sosial di lingkungan sekolah, fungsi-fungsi nilai sosial diantaranya adalah: 

A. Menjadi Pedoman Perilaku Warga Sekolah

Nilai sosial berfungsi menjadi pedoman bagi individu dalam berperilaku di dalam lingkungan sekolah, nilai-nilai ini akan menentukan mana perbuatan yang baik yang wajar dilakukan disekolah dan perbuatan yang buruk atau yang tidak pantas dilakukan di lingkungan sekolah.

B. Alat Solidaritas Yang Digunakan Oleh Warga Sekolah

Di dalam lingkungan sekolah, nilai-nilai sosial akan dibutuhkan menjadi alat solidaritas, nilai-nilai ini dapat membangun solidaritas antar warga sekolah, menciptakan keharmonisan, dan juga mencegah konflik antar warga sekolah.

C. Membantu Untuk Memenuhi Peranan Sosial

Nilai sosial dapat memenuhi peranan sosial, contohnya: seorang siswa yang patuh terhadap peraturan sekolah. Memenuhi peranan sosial akan bermanfaat untuk individu dan masyarakat sekolah, dan juga bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.

D. Menjadi Sistem Sosial Di Lingkungan Sekolah

nilai-nilai ini memiliki peran menjadi sistem sosial di lingkungan sekolah, contohnya: Berdiskusi dalam memecahkan masalah saat di sekolah. Dari nilai-nilai ini akan menciptakan lingkungan sekolah menjadi harmonis dan tentram.

E. Membantu Norma Sosial Di Sekolah

Nilai sosial dapat membantu norma sosial di sekolah, contohnya: menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Nilai-nilai ini berfungsi untuk mengatur perilaku pada warga sekolah, mendorong untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, dan juga membentuk karakter siswa yang baik.

Contoh Penerapan Nilai Sosial Di Lingkungan Sekolah

Setelah Anda mengetahui tentang ciri-ciri dan fungsi nilai sosial, sekarang kita bahas contoh penerapan nilai sosial di lingkungan sekolah yuk. Dibawah ini adalah contoh penerapan nilai sosial:

A. Gotong Royong Dalam Membersihkan Kelas.

Gotong royong adalah hal yang umum dilakukan di Indonesia, contoh dari penerapan nilai sosial di lingkungan sekolah salah satunya adalah gotong royong. Gotong royong memiliki arti yaitu saling membantu satu sama lain dalam mengerjakan suatu hal. 

Di lingkungan sekolah siswa dapat bergotong royong dalam membersihkan kelas agar semua dapat merasakan untuk membersihkan kelas dan pekerjaan menjadi lebih cepat.

B. Menolong Teman Yang Kesulitan Belajar.

Belajar merupakan hal yang penting, namun di sekolah pasti kita akan menemukan teman sekelas yang kurang dalam pemahaman belajarnya, nah membantu teman yang kesulitan belajar merupakan contoh dari penerapan nilai sosial di lingkungan sekolah. 

membantu teman untuk belajar tidak membuat kita kehilangan ilmu, namun akan memberikan kita lebih banyak ilmu selain belajar itu sendiri dari bagaimana cara mengajarkan dengan baik, menjelaskan dengan sederhana agar mudah untuk dipahami oleh teman kita.

C. Mengikuti Kegiatan Bakti Sosial Sekolah.

Kegiatan Bakti sosial merupakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, tujuan kegiatan ini bisa diantaranya untuk saling berbagi sembako dengan warga yang membutuhkan, menolong pengemis, berbagi takjil saat hari ramadhan. Kita sebagai pelajar yang baik, harus mengikuti kegiatan sosial di sekolah agar kita mengetahui apa-apa saja nilai-nilai sosial itu sendiri.

Seorang pelajar yang mengikuti kegiatan bakti sosial sekolah tidak harus berperan penting namun dimulai dari hal yg kecil dulu, seperti sumbangan, dan membantu panitia. Hal itu merupakan penerapan dari nilai sosial di lingkungan sekolah.

D. Berbagi Dengan Teman Sekelas Maupun Kelas Lain.

Berbagi dengan teman adalah salah satu dari penerapan nilai sosial di lingkungan sekolah, berbagi tidak harus materi seperti buku, baju, atau makanan, bisa dari non materi seperti berbagi dalam hal pembelajaran, sebagai siswa harus saling berbagi dengan teman yang lain agar menumbuhkan nilai sosial serta menerapkan nilai sosial tersebut.

E. Mengikuti Organisasi Di Sekolah Dan Bertanggung Jawab.

Organisasi di sekolah seperti Osis, Pramuka, MPK dll. adalah organisasi yang berfungsi di sekolah untuk mengisi kegiatan diluar jam sekolah. sebagai siswa yang memiliki nilai sosial harus mengikuti salah satu dari organisasi tersebut. 

Jangan lupa sebagai siswa yang sudah mengikuti organisasi, harus bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah tugas dari organisasi tersebut. Perilaku ini merupakan salah satu dari contoh penerapan nilai sosial di lingkungan sekolah

Kesimpulan.

Nilai sosial di sekolah merupakan prinsip dan norma yang dipegang oleh seluruh warga sekolah untuk mengatur perilaku sehari-hari. Nilai-nilai ini terbentuk melalui interaksi antar personal dan didukung oleh proses pembelajaran baik formal maupun informal. 

Keberagaman siswa dan budaya sekolah menghasilkan variasi nilai sosial yang unik di setiap lingkungan sekolah. Nilai-nilai sosial pasti akan berubah mengikuti zaman dan teknologi.

Nilai sosial berfungsi sebagai pedoman perilaku, alat solidaritas, serta sistem sosial yang menciptakan suasana belajar yang harmonis. Penerapannya bisa dilihat dari kegiatan gotong royong, menolong teman belajar, berbagi, mengikuti bakti sosial, hingga bertanggung jawab dalam organisasi sekolah.

Dengan menerapkan nilai-nilai ini, siswa tidak hanya menjadi individu yang bijak, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Kategori

Post Terbaru